Apa yang harus aku tuliskan?
bagaimana aku bisa merangkai kata-kata hingga membentuk kalimat yang menarik?
mengapa belum ada ide untuk menulis??
seberapa besar kemampuanku menulis?
untuk apa aku menulis?
untuk siapa?
dia...dia...dan lainnya pintar menulis...sedangkan aku??
Duuuh, itulah yg ada di benakku...aku sudah mencoba menulis sedemikian rupa. Tapi, tulisanku tak sebagus tulisan mereka yang sudah banyak menulis.
Tulisan mereka sungguh menarik, enak dibaca. sedangkan aku??
Dulu, saat SMP aku senang menulis, menulis cerita seperti novel. Dan selalu saja tidak selesei. SMA aku senang menulis juga, tapi menulis proposal untuk kegiatan OSIS. Kuliah pun aq senang menulis, menulis update status di facebook. Kini ku telah menikah....aku bingung mau menulis apa? tentang apa?
Suamiq, suka sekali menulis. Tulisan beliau pun sudah lumayan banyak. Bahkan sampai sudah di publiskan di media internet lain. Beliau selalu memberiku semangat untuk menulis. Alasan beliau, "kita menulis agar suatu saat kita tiada, tulisan kita masih hidup dan dengan tulisan itu bisa merubah suatu keadaan."
Baik sayaank, insyaAllah ku coba untuk menulis. Walau tulisanku belum terlalu bagus, tapi aku akan tetap bersemangat untuk menulis. Aku yakin pasti lama2 tulisanku bisa sebagus tulisan njenengan sayank. InsyaAllah, ku coba untuk Bersemangat Menulis lagi. Menulis hal yang baik, untuk perubahan yang terbaik. Terima kasih untuk suamiku tercinta. ^_^
Jingga
Sabtu, 17 November 2012
Rabu, 31 Oktober 2012
Semua Ada Masanya
Hidup di bumi Allah nan indah ini pastinya kita mengalami proses tumbuh dan proses hidup. Ketika kita mendapat izin dari Allah untuk terlahir sebagai manusia di bumi, kita dalam keadaan bersih dan suci. Setelah kita lahir, lalu tumbuh sebagai anak orang tua kita, lalu kita mulai merangkak, lalu kita mulai menapakan kedua kaki kita yg pertama dan proses lainnya hingga kita mati. Ya, hanya kematian yanng menghentikan proses di masa hidup di bumi ini.
Semua ada masanya. Masanya kita terlahir, lalu melanjut masanya kita berjalan, masanya kita sekolah, masanya kita lulus, masanya kita kuliah, masanya kita kerja, masanya kita menikah, masanya kita punya anak, lalu kita jadi kakek nenek dan pasti ada masanya kita mati.
Ketika masa itu belum terjadi, ternyata semua kembali kepada kita sendiri. Yaitu kapan kita akan melaksanakan masa itu sendiri. Walau kapan atau waktu kita menjalani masa itu lain orang pun berbeda, persamaannya adalah kita pasti melakukannya (kecuali bener2 g mau lo ya). Hanya kematianlah yang tak dapat kita tentukan sendiri. Dan kematianlah yang menutup proses kita.
Terkadang kita takut untuk menjalankan proses hidup yang selanjutnya. Tetapi toh ketika sudah terlaksana ketakutan itu sendiri pun hilang. Seperti contohnya, seorang teman ditanya "kapan kamu menikah?" dia menjawab,"waah aq masih takuut dan belom siap, entah kapan2 saja". Hihihi padahal sebelum tercapai proses masanya itu, kita akan diselimuti perasaan2 yg aneh, was-was, penasaran dan lainya. Dan pastinya dia akan melaksanakan masanya itu entah kapan. Dan "masanya" itu mau kita laksanakan sekarang atau nanti pastilah rasannya sama, cuma waktu yang berbeda. Hidup ini penuh tantangan pastinya, mari segera bertindak sebaik mungkin. Karena masanya tak bisa lagi diulang...
So kawan, marilah kita planning atau rencanakan sematang-matangnya "masanya" buat kita masing-masing. Tulis dan rencanakan, agar kita bisa lebih tegas dan bijak dalam menghadapinya. Dan untuk rasa syukur kita pada Allah SWT Sang Pencipta, mari lebih niatkan hidup ini untuk ibadah dan untuk menambah celengan amal kita untuk proses "masanya" selanjutnya diakhirat kelak. insyaAllah, Allah akan memberikan kemudahan dan masa hidup yang lebih untuk kita. amin ^_^
Senin, 18 Juni 2012
Ketika Kesabaran Tak Ada Batasnya
Semua orang kebanyakan mengatakan kalau "kesabaran ada batasnya", tapi kalau kita menelisik lebih jauh sebenarnya persepsi itu adalah salah. Kalau kesabaran itu ada batasnya, maka ia pasti akan berdalih ke tidak sabar. Jadi sebenarnya kesabaran itu tak ada batasnya.
Apa sih kesabaran itu?? jangan-jangan kita masih belum tahu arti dari kesabaran. Sebelum kita mengatakan kalau "aku ini orang sabar".
Sabar adalah pilar kebahagian seseorang. Dengan kesabaran itulah orang akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten dalam menjalankan ketaatan, dan pastinya akan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
Seperti dibawah inilah perumpamaan yang menunjukan betapa pentingnya sabar di dalam diri kita.
Apa sih kesabaran itu?? jangan-jangan kita masih belum tahu arti dari kesabaran. Sebelum kita mengatakan kalau "aku ini orang sabar".
Sabar adalah pilar kebahagian seseorang. Dengan kesabaran itulah orang akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten dalam menjalankan ketaatan, dan pastinya akan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.
Seperti dibawah inilah perumpamaan yang menunjukan betapa pentingnya sabar di dalam diri kita.
- Ibnu Qoyyim rahimahullah mengatakan, "Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh, apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh".
Ketika kesabaran tak ada batasnya, hidup kita pastilah akan terasa luar biasa. Karena kita memaknai setiap detik yang berkualitas, mengambil semua kejadian dengan hikmah yang berharga. Tubuh ini pastinya lebih ringan hingga kita dapat melangkah ke depan dengan tegap dan penuh dengan rasa kepastian. Kepastian bahwa, Allah Yang Maha Kuasa selalu ada di dekat kita, Dia Maha Melihat apa yang kita kerjakan dan Dia-lah Maha Mendengar setiap do'a hambanya.
- "Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat." (QS. Al Baqarah[2]: 45)
Sabar
adalah sebab untuk bisa mendapatkan berbagai kebaikan dan menolak
berbagai keburukan. Hal ini sebagaimana diisyaratkan oleh firman Allah ta’ala, “Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS. Al Baqarah [2]: 45).
Dari artikel Hakikat Sabar (1) — Muslim.Or.Id by
Mintalah pertolongan pada Allah dengan bekal sabar dan shalat dalam menangani segala urusan, cobaan atau ujian. Begitulah pula dengan kesabaran kita sebagai hambaNya akan meraih kenikmatan abadi yaitu berupa Surga Nya.
Dari artikel Hakikat Sabar (1) — Muslim.Or.Id by
- Allah ta'ala berfirman pada penduduk surga, "Keselamatan atas kalian, berkat kesabaran kalian." (QS Ar Ra'd [13]: 24)
Ketika kesabaran tak ada batasnya, mari kita junjung tinggi-tinggi rasa kepercayaan diri kita untuk selalu memaknai setiap detik yang berkualitas itu dengan selalu berpikiran positif (positif thinking). Karena Allah telah menuliskan skenario jalan kehidupan hambaNya, dan kita sebagai hambanya yang taat maka kita hanya bisa ikhtiyar dan berdoa kemudian marilah kita tawakal pada apa yang dikehendaki Allah pada jalan hidup kita. :)
- Allah berfirman, "Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (Surga) dengan sebab kesabaran mereka." (QS. Al Furqaan [25]: 75)
Semoga kita termasuk hambaNya yang selalu sabar dan ikhlas. Amin
I ajndbnul Qayyim rahimahullah
mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh
tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di
dalam tubuh.”
Ibnul Qayyim rahimahullah
mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh
tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di
dalam tubuh.”
Ibnul Qayyim rahimahullah
mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh
tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di
dalam tubuh.”
Senin, 23 April 2012
Janji Suci Menjadi Pendamping Dunia-Akhirat

Hujaimah binti Huyai atau Ummu Darda As-Shugra, perempuan shalihah nan tangguh ini adalah istri dari Abu Darda, sahabat Rasulullah yang begitu mulia. Bidadari shalihah ini dikenal dengan sapaan Ummu Darsa. Gelar As-Shugra menjadi rentetan nama belakangnya, karena beliau dipinang oleh Abu Darda setelah wafatnya Ummu Darda Al-Kubra (istri pertama Abu Darda yang juga sahabat nabi).
Dalam kisahnya, Hujaimah adalah anak angkat dari Abu Darda. Sejak kecil Hujaimah binti Huyai yang yatim diasuh dan dididik oleh Abu Darda. Gadis ini selalu diajak ayah angkatnya untuk menghadiri majelis-majelis ilmu untuk mempelajari Al-Qur'an yang langsung di pimpin oleh para sahabat-sahabat Rasulullah SAW. Tak jadi heran kalau Hujaimah ini sudah mahir membaca Al-Qur'an sejak kecil, hingga tumbuh jadi gadis remaja pun ia cerdas dan berakhlaq karimah.
Dan ia pun memilih untuk berikrarkan janji suci bersama Abu Darda dalam ikatan pernikahan. Ummu Darda As-Shugra pun dapat belajar lebih banyak dari suami tercinta. Berkat cinta dan kekagumannya kepada pribadi suaminya maka ia selalu berdoaagar tidak di dunia saja ia menjadi pendamping hidup Abu Darda, kelak di pelabuhan akhirat pun ingin pula menjadi pendamping Abu Darda di surga. Mengetahui perasaan istrinya yang begitu suci, Abu Darda pun berpesan "Bila memang begitu keinginanmu, maka bila aq mendahului mu meninggal, janganlah kamu menikah dengan orang lain lagi."
Dan janji itu pun ditepati Ummu DArda, sepeninggal suami tercintanya (Abu Darda meninggal pada 32H), lamaran yang datang kepadanya tak satupun ia terima. Hujaimah memilih menjalani hari-harinya dengan memperdalam dan menyebarluaskan ilmunya. Ia menghabiskan masa hidupnya dengan berdzikir dan memperbanyak ibadah.
Alhasil, nama Ummu Darda As-Shugra tersohor sebagai perempuan mulia ahli fiqih. Murid-murid beliau tak hanya datang dari kaum perempuan namun ulama terkemuka dikalangan para tabi'in pun berguru kepadanya. Kediaman Hujaimah yang terletak di belahan Damakus yang tak pernah lengang dari orang-orang yang mempunyai jiwa-jiwa semangat untuk menimba ilmu, berdzikir dan beribadah bersamanya.
Khalifah Abdul Malik bin Marwan, tercatat sebagai salah satu tokoh yang kerap menghadiri majelis ilmunya, bila Ummu Darda mengajar di Baitul Maqdis (Palestina. Semenjak ditinggal suaminya, Ummu Darda memang tinggal selama enam bulan di baitul maqdis untuk mengajar di masjid Al Aqsa, kemudian enam bulan berikutnya beliau Damaskus.
Kedekatan Ummu Darda dengan Khalifah Abdul Malik bin Marwan, karena sang khalifah ini acap kali meminta nasehat atau petuah-petuah mulai dari Ummu Darda. Sebagai ulama, Ummu Darda tak pernah sungkan menasehati bahkan menegur bila dirasa perlu saat perilaku khalifah tak sesuai dengan tuntunan dan akhlaq islam. Semua petuahnya dihargai oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan.
Perempuan cerdas dan sholihah ini wafat pada 81 H, usai menunaikan ibadah haji. Sebagaimana kesetiaan yang telah ia ikrarkan pada suaminya, Ummu Darda dimakamkan bersebelahan dengan makam suami tercinta yang telah tiada. Beliau dimakamkan di belahan bumi Damaskus, tepatnya di Babus Shaghir, menanti pertemuan dengan suaminya kelak di pelabuhan cinta akhirat nan kekal lagi hakiki. Tentunya kebersamaan yang kekal abadi di bawah naungan cinta dan Ridha dari Maha Pencipta. Subhanallah..
sumber: majalah Al Mar'ah
sumber: majalah Al Mar'ah
Jumat, 13 April 2012
Semangat Hidup
Dengan Ilmu hidup jadi mudah
Dengan Seni dan Cinta hidup jadi indah
Dengan Agama hidup jadi terarah
Dengan smart & smile hidup jadi bergairah
Dengan Seni dan Cinta hidup jadi indah
Dengan Agama hidup jadi terarah
Dengan smart & smile hidup jadi bergairah
Jumat, 24 Februari 2012
La Tahzan...tersenyumlah..
Mengapa harus ada kesedihan?
Mengapa harus ada tangisan?
Mengapa selalu terpuruk?
Mengapa selalu merasa kesusahan?
Mengapa harus ada penyesalan?
La tahzan....tersenyumlah sahabatku...^_^
Kita tilik kembali, mengapa harus ada kesedihan? apakah karena cinta, keluarga, bencana permasalahan tak kunjung selesei, atau penyesalan pada diri sendiri?
Kesedihan memang selalu identik dengan musibah, malapetaka dan kekecewaan. Tapi apakah harus menghadirkan segumpal lara dan setetes air mata??
Sejumlah kisah, sejumlah peristiwa, pasti tak jarang terdapat luka diakhir cerita, ya, luka yang teramat pedih. Luka yang berakhir dengan tangisan pilu dan kesedihan abadi. Tapi...
La Tahzan...
Jika kesedihan datang mengurung, dan duka lara menggunung, ucapkanlah
"La ilaha illallah".
La Tahzan...
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, setelah cucuran airmata akan terbit sebuah senyuman, dan setelah malam ada siang. Atas izin Allah, awan kesedihan akan sirna, pekatnya malam akan tersingkap, segala bencana pasti berakhir, dan setiap masalah akan teratasi.
Kebahagiaan itu akan datang dengan menjauhi segala perbuatan maksiat, sebab kemaksiatan adalah pemicu kesedihan. Jangan menyia-nyiakan waktumu, karena kekosongan akan mendatangkan penderitaan, kesempitan hati, godaan, keraguan dan kesuraman jiwa. Isilah kekosongan itu dengan bekerja yang tekun, bacalah Al Qur'an, membaca buku-buku yang bermanfaat, mendengarkan kaset yang membawa faidah dan duduklah bersama keluarga, teman-teman atau tetanggamu hanya untuk membicarakan sesuatu yang mendekatkan diri pada Allah. InsyaAllah engkau akan menemukan kebahagiaan, kelapangan dan kegembiraan.
La Tahzan...
Engkau akan melihat bahwa dirimu itu lebih bahagia, lebih mulia dan lebih tinggi martabatmu. Segala puji bagi Allah yang berfirman:
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. Al Imran; 139)
Subhanallah....Allah sudah memberikan derajat bagi hamba-Nya yang beriman. Mari kita senantiasa bertaqwa kepada-Nya, Semoga kita termasuk hamba-Nya yang paling tinggi derajat-Nya. InsyaAllah...
Maka, berusahalah untuk selalu menerima Allah dengan senang hati, mensyukuri setiap pemberian-Nya, menyakini ketentuan-Nya, dan selalu optimislah terhadap masa depan!
La Tahzan.. sahabatku...
Penawar hatimu terdapat di dalam wahyu Al Qur'an dan As Sunnah Rasulullah. Ketentramanmu tersimpan di dalam keimanan. Kebahagiaan hatimu terdapat dalam shalat. Ketulusan hatimu terdapat pada keridhaan dan ketenangan jiwamu tergantung pada kerelaanmu dalam menerima setiap yang terjadi, kecantikan wajahmu terdapat pada senyumanmu, keamanan martabatmu terdapat dalam harga dirimu dan ketentraman pikirmu terdapat dalam dzikir.
Tersenyumlah Sahabatku...^_^
Tersenyumlah, karena senyum membuat kita gembira, jiwa jadi
bersemangat, hati menjadi berbunga, menyeimbangkan keharmonisan anggota
tubuh, memberikan kekuatan dan nilai pada kehidupan, serta memberi
faedah yang besar pada usia seseorang.
Bahagialah...dengan apa yang engkau peroleh, terimalah dengan senang hati segala pemberiaan Allah, dan abaikanlah mimpi-mimpi yang tidak sesuai dengan kadar dan kemampuanmu.
Berpikirlah secara optimis. Jika suatu hari engkau menjumpai hal yang buruk yang tak engkau inginkan, ketahuilah bahwa itu adalah pertanda semakin dekatnya kedatangan hari lain yang lebih menggembirakan dan menyenangkan untukmu.
Bersuka citalah dengan kehidupan, karena hidup itu memang indah. Dan dengan berbagai kebaikan, buatlah hidup ini lebih cerah.
Allah adalah ketentraman seorang mukmin, kebahagiaan seorang yang taat dan kekasih seorang yang rajin beribadah. Siapa yang tentram dengan Allah, ia akan tentram dengan kehidupan, merasa bahagia dengan apa yang ada dan bisa menikmati hari-harinya dengan hati yang tenang, bercahaya dan terbuka. Cinta Allah terukir di hatinya, sifat-sifat Allah bersemanyam di hatinya dan asma Allah tergambar di depan matanya. Hafal asma Allah, merenungkan sifat-sifat Allah dan menghadirkan di dalam hatinya. Maka engkau akan merasa tentram dengan Allah, mencintai-Nya dan dekat pada-Nya.
Sesungguhnya perasaan dekat dengan Allah melahirkan ketentraman dengan-Nya, kebahagiaan dengan perhatian-Nya dan kegembiraan dengan perlindungan-Nya.
"Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa ketika berdoa pada-Ku." (QS. Al Baqarah: 186)
Hidup ini akan terasa indah bagi orang yang beriman. Dan akhirat, hanya dicintai oleh orang-orang yang bertakwa. Merekalah orang-orang yang paling berbahagia. Marilah sahabatku, jadikanlah diri kita termasuk orang yang berbahagia karena mencintai Allah. Demi Surga yang paling tinggi... InsyaAllah.
Terinspirasi dari buku "menjadi Wanita yang paling Bahagia" karya Dr. Aidh al Qarni
-hehe-
Jumat, 30 Desember 2011
Assalamu'alaikum
Segala puji hanya Milik Allah Semata. Kita dan mahluk lain, hanya perantara.
Semoga segala shalawat dan pujian tetap kita arahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya dan orang-orang yang senantiasa berjuang di jalanNya. Dan semoga kita juga.
Segala yang awal memang kelihatan sulit. Tapi mari kita mulai ^^
Semoga segala shalawat dan pujian tetap kita arahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya dan orang-orang yang senantiasa berjuang di jalanNya. Dan semoga kita juga.
Segala yang awal memang kelihatan sulit. Tapi mari kita mulai ^^
Langganan:
Postingan (Atom)


