Jumat, 24 Februari 2012

La Tahzan...tersenyumlah..


Mengapa harus ada kesedihan?
Mengapa harus ada tangisan?
Mengapa selalu terpuruk?
Mengapa selalu merasa kesusahan?
Mengapa harus ada penyesalan?
La tahzan....tersenyumlah sahabatku...^_^

Kita tilik kembali, mengapa harus ada kesedihan? apakah karena cinta, keluarga, bencana  permasalahan tak kunjung selesei, atau penyesalan pada diri sendiri?
Kesedihan memang selalu identik dengan musibah, malapetaka dan kekecewaan. Tapi apakah harus menghadirkan segumpal lara dan setetes air mata??

Sejumlah kisah, sejumlah peristiwa, pasti tak jarang terdapat luka diakhir cerita, ya, luka yang teramat pedih. Luka yang berakhir dengan tangisan pilu dan kesedihan abadi. Tapi...

La Tahzan...
Jika kesedihan datang mengurung, dan duka lara menggunung, ucapkanlah
"La ilaha illallah".

La Tahzan...
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, setelah cucuran airmata akan terbit sebuah senyuman, dan setelah malam ada siang. Atas izin Allah, awan kesedihan akan sirna, pekatnya malam akan tersingkap, segala bencana pasti berakhir, dan setiap masalah akan teratasi.

Kebahagiaan itu akan datang dengan menjauhi segala perbuatan maksiat, sebab kemaksiatan adalah pemicu kesedihan. Jangan menyia-nyiakan waktumu, karena kekosongan akan mendatangkan penderitaan, kesempitan hati, godaan, keraguan dan kesuraman jiwa. Isilah kekosongan itu dengan bekerja yang tekun, bacalah Al Qur'an, membaca buku-buku yang bermanfaat, mendengarkan kaset yang membawa faidah dan duduklah bersama keluarga, teman-teman atau tetanggamu hanya untuk membicarakan sesuatu yang mendekatkan diri pada Allah. InsyaAllah engkau akan menemukan kebahagiaan, kelapangan dan kegembiraan.

La Tahzan...
Engkau akan melihat bahwa dirimu itu lebih bahagia, lebih mulia dan lebih tinggi martabatmu. Segala puji bagi Allah yang berfirman:
        "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. Al Imran; 139)

Subhanallah....Allah sudah memberikan derajat bagi hamba-Nya yang beriman. Mari kita senantiasa bertaqwa kepada-Nya, Semoga kita termasuk hamba-Nya yang paling tinggi derajat-Nya. InsyaAllah...
Maka, berusahalah untuk selalu menerima Allah dengan senang hati, mensyukuri setiap pemberian-Nya, menyakini ketentuan-Nya, dan selalu optimislah terhadap masa depan!

La Tahzan.. sahabatku...
Penawar hatimu terdapat di dalam wahyu Al Qur'an dan As Sunnah Rasulullah. Ketentramanmu tersimpan di dalam keimanan. Kebahagiaan hatimu terdapat dalam shalat. Ketulusan hatimu terdapat pada keridhaan dan ketenangan jiwamu tergantung pada kerelaanmu dalam menerima setiap yang terjadi, kecantikan wajahmu terdapat pada senyumanmu, keamanan martabatmu terdapat dalam harga dirimu dan ketentraman pikirmu terdapat dalam dzikir.

Tersenyumlah Sahabatku...^_^ 
Tersenyumlah, karena senyum membuat kita gembira, jiwa jadi bersemangat, hati menjadi berbunga, menyeimbangkan keharmonisan anggota tubuh, memberikan kekuatan dan nilai pada kehidupan, serta memberi faedah yang besar pada usia seseorang.

Bahagialah...dengan apa yang engkau peroleh, terimalah dengan senang hati segala pemberiaan Allah, dan abaikanlah mimpi-mimpi yang tidak sesuai dengan kadar dan kemampuanmu. 

Berpikirlah secara optimis. Jika suatu hari engkau menjumpai hal yang buruk yang tak engkau inginkan, ketahuilah bahwa itu adalah pertanda semakin dekatnya kedatangan hari lain yang lebih menggembirakan dan menyenangkan untukmu.

Bersuka citalah dengan kehidupan, karena hidup itu memang indah. Dan dengan berbagai kebaikan, buatlah hidup ini lebih cerah.

Allah adalah ketentraman seorang mukmin, kebahagiaan seorang yang taat dan kekasih seorang yang rajin beribadah. Siapa yang tentram dengan Allah, ia akan tentram dengan kehidupan, merasa bahagia dengan apa yang ada dan  bisa menikmati hari-harinya dengan hati yang tenang, bercahaya dan terbuka. Cinta Allah terukir di hatinya, sifat-sifat Allah bersemanyam di hatinya dan asma Allah tergambar di depan matanya. Hafal asma Allah, merenungkan sifat-sifat Allah dan menghadirkan di dalam hatinya. Maka engkau akan merasa tentram dengan Allah, mencintai-Nya dan dekat pada-Nya.
Sesungguhnya perasaan dekat dengan Allah melahirkan ketentraman dengan-Nya, kebahagiaan dengan perhatian-Nya dan kegembiraan dengan perlindungan-Nya.
         "Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa ketika berdoa pada-Ku." (QS. Al Baqarah: 186)

Hidup ini akan terasa indah bagi orang yang beriman. Dan akhirat, hanya dicintai oleh orang-orang yang bertakwa. Merekalah orang-orang yang paling berbahagia. Marilah sahabatku, jadikanlah diri kita  termasuk orang yang berbahagia karena mencintai Allah. Demi Surga yang paling tinggi... InsyaAllah.

Terinspirasi dari buku "menjadi Wanita yang paling Bahagia" karya Dr. Aidh al Qarni
-hehe-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar