
Hujaimah binti Huyai atau Ummu Darda As-Shugra, perempuan shalihah nan tangguh ini adalah istri dari Abu Darda, sahabat Rasulullah yang begitu mulia. Bidadari shalihah ini dikenal dengan sapaan Ummu Darsa. Gelar As-Shugra menjadi rentetan nama belakangnya, karena beliau dipinang oleh Abu Darda setelah wafatnya Ummu Darda Al-Kubra (istri pertama Abu Darda yang juga sahabat nabi).
Dalam kisahnya, Hujaimah adalah anak angkat dari Abu Darda. Sejak kecil Hujaimah binti Huyai yang yatim diasuh dan dididik oleh Abu Darda. Gadis ini selalu diajak ayah angkatnya untuk menghadiri majelis-majelis ilmu untuk mempelajari Al-Qur'an yang langsung di pimpin oleh para sahabat-sahabat Rasulullah SAW. Tak jadi heran kalau Hujaimah ini sudah mahir membaca Al-Qur'an sejak kecil, hingga tumbuh jadi gadis remaja pun ia cerdas dan berakhlaq karimah.
Dan ia pun memilih untuk berikrarkan janji suci bersama Abu Darda dalam ikatan pernikahan. Ummu Darda As-Shugra pun dapat belajar lebih banyak dari suami tercinta. Berkat cinta dan kekagumannya kepada pribadi suaminya maka ia selalu berdoaagar tidak di dunia saja ia menjadi pendamping hidup Abu Darda, kelak di pelabuhan akhirat pun ingin pula menjadi pendamping Abu Darda di surga. Mengetahui perasaan istrinya yang begitu suci, Abu Darda pun berpesan "Bila memang begitu keinginanmu, maka bila aq mendahului mu meninggal, janganlah kamu menikah dengan orang lain lagi."
Dan janji itu pun ditepati Ummu DArda, sepeninggal suami tercintanya (Abu Darda meninggal pada 32H), lamaran yang datang kepadanya tak satupun ia terima. Hujaimah memilih menjalani hari-harinya dengan memperdalam dan menyebarluaskan ilmunya. Ia menghabiskan masa hidupnya dengan berdzikir dan memperbanyak ibadah.
Alhasil, nama Ummu Darda As-Shugra tersohor sebagai perempuan mulia ahli fiqih. Murid-murid beliau tak hanya datang dari kaum perempuan namun ulama terkemuka dikalangan para tabi'in pun berguru kepadanya. Kediaman Hujaimah yang terletak di belahan Damakus yang tak pernah lengang dari orang-orang yang mempunyai jiwa-jiwa semangat untuk menimba ilmu, berdzikir dan beribadah bersamanya.
Khalifah Abdul Malik bin Marwan, tercatat sebagai salah satu tokoh yang kerap menghadiri majelis ilmunya, bila Ummu Darda mengajar di Baitul Maqdis (Palestina. Semenjak ditinggal suaminya, Ummu Darda memang tinggal selama enam bulan di baitul maqdis untuk mengajar di masjid Al Aqsa, kemudian enam bulan berikutnya beliau Damaskus.
Kedekatan Ummu Darda dengan Khalifah Abdul Malik bin Marwan, karena sang khalifah ini acap kali meminta nasehat atau petuah-petuah mulai dari Ummu Darda. Sebagai ulama, Ummu Darda tak pernah sungkan menasehati bahkan menegur bila dirasa perlu saat perilaku khalifah tak sesuai dengan tuntunan dan akhlaq islam. Semua petuahnya dihargai oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan.
Perempuan cerdas dan sholihah ini wafat pada 81 H, usai menunaikan ibadah haji. Sebagaimana kesetiaan yang telah ia ikrarkan pada suaminya, Ummu Darda dimakamkan bersebelahan dengan makam suami tercinta yang telah tiada. Beliau dimakamkan di belahan bumi Damaskus, tepatnya di Babus Shaghir, menanti pertemuan dengan suaminya kelak di pelabuhan cinta akhirat nan kekal lagi hakiki. Tentunya kebersamaan yang kekal abadi di bawah naungan cinta dan Ridha dari Maha Pencipta. Subhanallah..
sumber: majalah Al Mar'ah
sumber: majalah Al Mar'ah